Selasa, 13 Mei 2025

Materi Tarbiyyah : Ahammiyyatus Syahadatain (Pentingnya 2 Kalimat Syahadat)

 


Dua kalimat syahadat –asyhadu an la ilaha illa-Llah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah -memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam karena:

Pertama, ia adalah madkhalun ilal Islam (pintu gerbang masuk ke dalam Islam).

Syahadatain adalah pilar Islam yang pertama. Oleh karena itu, syarat utama bagi seorang non muslim yang akan masuk Islam adalah mengucapkan syahadatain; mengakui bahwa tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah Ta’ala, serta mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya yang diberi amanah untuk menyampaikan risalah kepada seluruh umat manusia.

Hal ini kita ketahui dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata:

ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุจُู†ِูŠَ ุงู„ْุฅِุณْู„َุงู…ُ ุนَู„َู‰ ุฎَู…ْุณٍ ุดَู‡َุงุฏَุฉِ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฅِู‚َุงู…ِ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ูˆَุฅِูŠุชَุงุกِ ุงู„ุฒَّูƒَุงุฉِ ูˆَุงู„ْุญَุฌِّ ูˆَุตَูˆْู…ِ ุฑَู…َุถَุงู†َ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun di atas lima (pilar): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan”. (HR Bukhari, no. 8).

Juga dari hadits yang menyebutkan arahan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Muadz bin Jabal yang akan pergi melaksanakan tugas dakwah ke Yaman,

ุฅِู†َّูƒَ ุณَุชَุฃْุชِูŠ ู‚َูˆْู…ًุง ู…ِู†ْ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ูَุฅِุฐَุง ุฌِุฆْุชَู‡ُู…ْ ูَุงุฏْุนُู‡ُู…ْ ุฅِู„َู‰ ุฃَู†ْ ูŠَุดْู‡َุฏُูˆุง ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูَุฅِู†ْ ู‡ُู…ْ ุทَุงุนُูˆุง ู„َูƒَ ุจِุฐَู„ِูƒَ ูَุฃَุฎْุจِุฑْู‡ُู…ْ ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู‚َุฏْ ูَุฑَุถَ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุฎَู…ْุณَ ุตَู„َูˆَุงุชٍ ูِูŠ ูƒُู„ِّ ูŠَูˆْู…ٍ ูˆَู„َูŠْู„َุฉٍ ูَุฅِู†ْ ู‡ُู…ْ ุทَุงุนُูˆุง ู„َูƒَ ุจِุฐَู„ِูƒَ ูَุฃَุฎْุจِุฑْู‡ُู…ْ ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู‚َุฏْ ูَุฑَุถَ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุตَุฏَู‚َุฉً ุชُุคْุฎَุฐُ ู…ِู†ْ ุฃَุบْู†ِูŠَุงุฆِู‡ِู…ْ ูَุชُุฑَุฏُّ ุนَู„َู‰ ูُู‚َุฑَุงุฆِู‡ِู…ْ ูَุฅِู†ْ ู‡ُู…ْ ุทَุงุนُูˆุง ู„َูƒَ ุจِุฐَู„ِูƒَ ูَุฅِูŠَّุงูƒَ ูˆَูƒَุฑَุงุฆِู…َ ุฃَู…ْูˆَุงู„ِู‡ِู…ْ ูˆَุงุชَّู‚ِ ุฏَุนْูˆَุฉَ ุงู„ْู…َุธْู„ُูˆู…ِ ูَุฅِู†َّู‡ُ ู„َูŠْุณَ ุจَูŠْู†َู‡ُ ูˆَุจَูŠْู†َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุญِุฌَุงุจٌ

“Engkau akan mendatangi kaum ahli kitab; apabila engkau telah sampai kepada mereka maka serulah mereka untuk bersaksi bahwa tidak Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya. Jika mereka ta’at untuk itu, maka beritahukanlah bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu sehari semalam. Jika mereka ta’at untuk itu, maka beritahukanlah bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka untuk mengeluarkan zakat harta mereka, di ambil dari orang-orang kaya mereka dan diberikan kepada orang-orang yang miskin dari mereka. Jika mereka taat untuk itu, maka hati-hatilah engkau dari mengambil harta milik mereka yang paling baik, takutlah engkau dengan do`anya orang dizhalimi, sebab antara ia dengan Allah tidak ada yang menghalanginya.” (HR. Bukhari)

*****

Mengapa mengucapkan dua kalimat syahadat ini sangat penting bagi seorang non muslim yang akan masuk Islam? Berikut penjelasannya secara ringkas:

Perlu dipahami bahwa untuk menjadi seorang muslim, seorang manusia harus benar-benar menjaga keimanannya agar sesuai dengan tuntutan fitrah yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala, yaitu mengimani rububiyyah-Nya—mengakui Allah Ta’ala sebagai Rabb, Tuhan Yang Menciptakan, Memiliki, Memberi Rizki, dan Mengatur segala urusan.[1]

Konsekuensi dari pengakuan terhadap ar-rububiyyah ini adalah pengakuan terhadap al-uluhiyyah Allah Ta’ala, yakni mengakui dan melakukan peribadahan hanya kepada-Nya, serta mengakui pula Ar-risalah (ajaran) yang diturunkan kepada rasul-Nya.

Dengan kata lain, untuk menjadi muslim, seorang manusia harus mengakui ar-rububiyyah, al-uluhiyyah, dan ar-risalah tanpa terpisahkan. Sedangkan non muslim, mereka hanya mengakui rububiyyah Allah Ta’ala dan tidak mengakui uluhiyyah serta risalah-Nya.

Pemisahan antara pengakuan terhadap rububiyyah Allah Ta’ala dengan pengakuan terhadap uluhiyyah Allah Ta’ala ini dikecam dan tidak diridhai oleh-Nya. Perhatikanlah firman-Nya berikut ini,

ูˆَู„َุฆِู†ْ ุณَุฃَู„ْุชَู‡ُู…ْ ู…َู†ْ ุฎَู„َู‚َ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถَ ูˆَุณَุฎَّุฑَ ุงู„ุดَّู…ْุณَ ูˆَุงู„ْู‚َู…َุฑَ ู„َูŠَู‚ُูˆู„ُู†َّ ุงู„ู„َّู‡ُ ูَุฃَู†َّู‰ ูŠُุคْูَูƒُูˆู†َ

“Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).” (QS. Al-Ankabut, 29: 61)

ูˆَู„َุฆِู†ْ ุณَุฃَู„ْุชَู‡ُู…ْ ู…َู†ْ ู†َุฒَّู„َ ู…ِู†َ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ู…َุงุกً ูَุฃَุญْูŠَุง ุจِู‡ِ ุงู„ْุฃَุฑْุถَ ู…ِู†ْ ุจَุนْุฏِ ู…َูˆْุชِู‡َุง ู„َูŠَู‚ُูˆู„ُู†َّ ุงู„ู„َّู‡ُ ู‚ُู„ِ ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุจَู„ْ ุฃَูƒْุซَุฑُู‡ُู…ْ ู„َุง ูŠَุนْู‚ِู„ُูˆู†َ

“Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).” (QS. Al-Ankabut, 29: 63)

ู‚ُู„ْ ู„ِู…َู†ِ ุงู„ุฃุฑْุถُ ูˆَู…َู†ْ ูِูŠู‡َุง ุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชَุนْู„َู…ُูˆู†َ ุณَูŠَู‚ُูˆู„ُูˆู†َ ู„ِู„َّู‡ِ ู‚ُู„ْ ุฃَูَู„ุง ุชَุฐَูƒَّุฑُูˆู†َ ู‚ُู„ْ ู…َู†ْ ุฑَุจُّ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ุงู„ุณَّุจْุนِ ูˆَุฑَุจُّ ุงู„ْุนَุฑْุดِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ ุณَูŠَู‚ُูˆู„ُูˆู†َ ู„ِู„َّู‡ِ ู‚ُู„ْ ุฃَูَู„ุง ุชَุชَّู‚ُูˆู†َ ู‚ُู„ْ ู…َู†ْ ุจِูŠَุฏِู‡ِ ู…َู„َูƒُูˆุชُ ูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ูˆَู‡ُูˆَ ูŠُุฌِูŠุฑُ ูˆَู„ุง ูŠُุฌَุงุฑُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชَุนْู„َู…ُูˆู†َ ุณَูŠَู‚ُูˆู„ُูˆู†َ ู„ِู„َّู‡ِ ู‚ُู„ْ ูَุฃَู†َّู‰ ุชُุณْุญَุฑُูˆู†َ

“Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak ingat?” Katakanlah: “Siapakah yang Empunya langit yang tujuh dan yang Empunya ‘Arsy yang besar?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak bertakwa?” Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), Maka dari jalan manakah kamu ditipu?”(QS. Al-Mu’minun, 23: 84-89).

Melalui ayat-ayat di atas, Allah Ta’ala mengecam sikap non muslim yang mengakui Allah Ta’ala sebagai Pencipta dan Pemilik langit dan bumi serta Pengatur matahari dan bulan, menurunkan hujan, tapi enggan menjadikan Allah Ta’ala sebagai satu-satunya yang berhak diibadahi.

Allah Ta’ala juga mengecam orang-orang yang mengakui al-uluhiyyah dan ar-rububiyyah, namun tidak mengakui ar-risalah. Sebagai contoh adalah orang-orang Yahudi yang mengakui ketauhidan- meliputi uluhiyyah dan rububiyyah-Nya -namun tidak mau mengakui risalah-Nya yang terakhir, yakni risalah dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman,

ู‚ُู„ْ ุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชُุญِุจُّูˆู†َ ุงู„ู„َّู‡َ ูَุงุชَّุจِุนُูˆู†ِูŠ ูŠُุญْุจِุจْูƒُู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَูŠَุบْูِุฑْ ู„َูƒُู…ْ ุฐُู†ُูˆุจَูƒُู…ْ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุบَูُูˆุฑٌ ุฑَุญِูŠู…ٌ

“Katakanlah (Muhammad): ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran, 3: 31)

Jadi, selain mengakui Allah Ta’ala sebagai Pencipta, Pemilik, Pemberi rizki, dan Pengatur segala urusan, seorang manusia pun harus mengakui Allah Ta’ala sebagai satu-satunya ilah (sesembahan) yang hak dan mengakui kerasulan/risalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kesimpulannya, seorang non muslim yang kembali kepada Islam tidak akan diakui sah keislamannya jika tidak mengikrarkan dua kalimat syahadat, yakni pengakuan Allah sebagai Ilah (syahadah uluhiyyah) dan pengakuan Muhammad sebagai pembawa risalah Allah (syahadah risalah).

*****

Kedua, syahadatain penting karena ia adalah khulashatu ta’alimil Islam (intisari ajaran Islam).

Intisari ajaran Islam mencakup dua hal: (1) Ajaran  al-ibadatu lillah (ibadah kepada Allah) baik secara fardiyyan (individu) maupun jama’iyyan (kolektif). Ajaran ini terkandung dalam kalimat syahadat: La Ilaha Illa-Llah.

Allah Ta’ala berfirman,

ูˆَู…َุง ุฃَุฑْุณَู„ْู†َุง ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِูƒَ ู…ِู†ْ ุฑَุณُูˆู„ٍ ุฅِู„َّุง ู†ُูˆุญِูŠ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุฃَู†َّู‡ُ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุฃَู†َุง ูَุงุนْุจُุฏُูˆู†ِ

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: ‘Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku’”. (QS. Al-Anbiya, 21: 25)

(2) Ajaran agar al-ibadah yang dilakukan itu disesuaikan dengan manhajullah (ketentuan syariat Allah),

ุซُู…َّ ุฌَุนَู„ْู†َุงูƒَ ุนَู„َู‰ ุดَุฑِูŠุนَุฉٍ ู…ِู†َ ุงู„ْุฃَู…ْุฑِ ูَุงุชَّุจِุนْู‡َุง ูˆَู„َุง ุชَุชَّุจِุนْ ุฃَู‡ْูˆَุงุกَ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู„َุง ูŠَุนْู„َู…ُูˆู†َ

“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” (Al-Jatsiyah, 45: 18)

ู„ِูƒُู„ٍّ ุฌَุนَู„ْู†َุง ู…ِู†ْูƒُู…ْ ุดِุฑْุนَุฉً ูˆَู…ِู†ْู‡َุงุฌًุง

“Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan syariat (aturan) dan minhaj (jalan yang terang).” (QS. Al-Maidah, 5: 48)

Mengamalkan manhajullah tersebut dilakukan dengan cara mengikuti qudwatur rasul (contoh teladan rasul). Ajaran ini terkandung dalam kalimat syahadat: Muhammadur Rasulullah.

ู‚ُู„ْ ุฅِู† ูƒُู†ุชُู…ْ ุชُุญِุจُّูˆู†َ ูฑู„ู„َّู‡َ ูَูฑุชَّุจِุนُูˆู†ِู‰ ูŠُุญْุจِุจْูƒُู…ُ ูฑู„ู„َّู‡ُ ูˆَูŠَุบْูِุฑْ ู„َูƒُู…ْ ุฐُู†ُูˆุจَูƒُู…ْ ۗ ูˆَูฑู„ู„َّู‡ُ ุบَูُูˆุฑٌ ุฑَّุญِูŠู…ٌ

“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran, 3: 31)

Ketiga, syahadatain itu penting karena ia adalah asasul inqilab (fondasi perubahan),  fardiyyan (individu) maupun ijtima’iyyah (kemasyarakatan).

Lihatlah apa yang terjadi kepada bangsa Arab di masa lalu. Sebelum kedatangan Islam, mereka berada dalam kondisi jahiliyyah, yakni tidak memiliki ma’rifah (pengetahuan) tentang agama yang benar. Mereka tidak mengenal Sang Pencipta; tidak mengetahui bagaimana mengabdi kepada-Nya, dan tidak terbimbing dengan pola kehidupan yang teratur yang diridhai oleh-Nya.

ูˆَูƒَุฐَู„ِูƒَ ุฃَูˆْุญَูŠْู†َุง ุฅِู„َูŠْูƒَ ุฑُูˆุญًุง ู…ِู†ْ ุฃَู…ْุฑِู†َุง ู…َุง ูƒُู†ْุชَ ุชَุฏْุฑِูŠ ู…َุง ุงู„ْูƒِุชَุงุจُ ูˆَู„َุง ุงู„ْุฅِูŠู…َุงู†ُ ูˆَู„َูƒِู†ْ ุฌَุนَู„ْู†َุงู‡ُ ู†ُูˆุฑًุง ู†َู‡ْุฏِูŠ ุจِู‡ِ ู…َู†ْ ู†َุดَุงุกُ ู…ِู†ْ ุนِุจَุงุฏِู†َุง ูˆَุฅِู†َّูƒَ ู„َุชَู‡ْุฏِูŠ ุฅِู„َู‰ ุตِุฑَุงุทٍ ู…ُุณْุชَู‚ِูŠ

“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al-Quran dengan perintah Kami. sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al kitab (AlQuran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami, dan sesungguhnya Kami benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Asy-Syura, 42: 52)

ูƒَู…َุง ุฃَุฑْุณَู„ْู†َุง ูِูŠูƒُู…ْ ุฑَุณُูˆู„ًุง ู…ِู†ْูƒُู…ْ ูŠَุชْู„ُูˆ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุขูŠَุงุชِู†َุง ูˆَูŠُุฒَูƒِّูŠูƒُู…ْ ูˆَูŠُุนَู„ِّู…ُูƒُู…ُ ุงู„ْูƒِุชَุงุจَ ูˆَุงู„ْุญِูƒْู…َุฉَ ูˆَูŠُุนَู„ِّู…ُูƒُู…ْ ู…َุง ู„َู…ْ ุชَูƒُูˆู†ُูˆุง ุชَุนْู„َู…ُูˆู†َ

“Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat untukmu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.”( QS. Al-Baqarah, 2: 151)

Berawal dari kesadaran terhadap makna syahadatain, bangsa Arab kemudian berubah menjadi bangsa yang mulia -menjadi khairu ummah-. Mereka menjadi pribadi-pribadi yang sadar akan eksistensi dirinya sebagai hamba-hamba Allah yang mengemban misi agung dalam kehidupannya.

ูƒُู†ْุชُู…ْ ุฎَูŠْุฑَ ุฃُู…َّุฉٍ ุฃُุฎْุฑِุฌَุชْ ู„ِู„ู†َّุงุณِ ุชَุฃْู…ُุฑُูˆู†َ ุจِุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ ูˆَุชَู†ْู‡َูˆْู†َ ุนَู†ِ ุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ ูˆَุชُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran, 3: 110)

Mereka menjadi pemegang kendali peradaban karena spirit La Ilaha Illa-Llah Muhammadur rasulullah senantiasa berkobar di dalam dada-dada mereka. Mereka menyeru seluruh umat manusia agar menghambakan diri kepada Allah Ta’ala dan menjalankan syariat-Nya seperti diajarkan oleh Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Keempat, syahadatain penting karena ia adalah haqiqatu da’watir rasuli shallallahu ‘alaihi wa sallam (hakikat dakwah Rasulullah).

Allah Ta’ala berfirman,

ู‚ُู„ْ ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุฅِู†ِّูŠ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู„َูŠْูƒُู…ْ ุฌَู…ِูŠุนًุง ุงู„َّุฐِูŠ ู„َู‡ُ ู…ُู„ْูƒُ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถِ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ู‡ُูˆَ ูŠُุญْูŠِูŠ ูˆَูŠُู…ِูŠุชُ ูَุขู…ِู†ُูˆุง ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุงู„ْุฃُู…ِّูŠِّ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠُุคْู…ِู†ُ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَูƒَู„ِู…َุงุชِู‡ِ ูˆَุงุชَّุจِุนُูˆู‡ُ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَู‡ْุชَุฏُูˆู†َ

“Katakanlah: ‘Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk’”. (QS. Al-A’raf, 7: 158)

Bahkan syahadat La Ilaha Illa-Llah pun adalah merupakan hakikat dakwah para rasul terdahulu sebelum Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman,

ูˆَู„َู‚َุฏْ ุจَุนَุซْู†َุง ูِูŠ ูƒُู„ِّ ุฃُู…َّุฉٍ ุฑَุณُูˆู„ًุง ุฃَู†ِ ุงุนْุจُุฏُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุงุฌْุชَู†ِุจُูˆุง ุงู„ุทَّุงุบُูˆุชَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu’” (QS. An-Nahl, 16: 36)

Juga firman-Nya,

ูˆَู…َุง ุฃَุฑْุณَู„ْู†َุง ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِูƒَ ู…ِู†ْ ุฑَุณُูˆู„ٍ ุฅِู„َّุง ู†ُูˆุญِูŠ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุฃَู†َّู‡ُ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุฃَู†َุง ูَุงุนْุจُุฏُูˆู†ِ

“Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: ‘Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku’” (QS. Al-Anbiyaa: 25)

Secara rinci Al-Qur’an menjelaskan pula bahwa ajakan kepada kalimat La Ilaha Illa-Llah inilah yang diserukan Nabi Nuh (lihat: QS. Al-A’raf, 7: 59), Nabi Hud (lihat: QS. Al-A’raf, 7: 65), Nabi Shalih (lihat: QS. Al-A’raf, 7: 73), Nabi Syu’aib (lihat: QS. Al-A’raf, 7: 85), dan lain-lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang hakikat dakwah yang diembannya,

ุฃُู…ِุฑْุชُ ุฃَู†ْ ุฃُู‚َุงุชِู„َ ุงู„ู†َّุงุณَ ุญَุชَّู‰ ูŠَุดْู‡َุฏُูˆุง ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَูŠُู‚ِูŠู…ُูˆุง ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ ูˆَูŠُุคْุชُูˆุง ุงู„ุฒَّูƒَุงุฉَ ูَุฅِุฐَุง ูَุนَู„ُูˆุง ุนَุตَู…ُูˆุง ู…ِู†ِّูŠ ุฏِู…َุงุกَู‡ُู…ْ ูˆَุฃَู…ْูˆَุงู„َู‡ُู…ْ ุฅِู„َّุง ุจِุญَู‚ِّู‡َุง ูˆَุญِุณَุงุจُู‡ُู…ْ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Jika mereka telah melakukan hal itu, terperihalah darah dan harta benda mereka kecuali dengan haknya sedangkan hisab mereka kepada Allah.” (Bukhari Muslim).

Yang dimaksud dengan kalimat: “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia..” disini adalah perintah memerangi para penyembah berhala. (Lihat: Terjemah Syarah Arbain Nawawiyah, Dr Musthafa Al-Buqha, Rabbani Press hal. 67).

Syaikh Ismail Al-Anshari menjelaskan: “Makna ‘manusia’ (dalam hadits ini, red.) yaitu kaum musyrikin selain ahli kitab, sesuai riwayat Imam An Nasa’i, “Aku diperintah untuk memerangi kaum musyrikin sampai mereka bersaksi tiada Ilah selain Allah,” riwayat ini menjelaskan makna kalimat ini.” (Tuhfah Rabbaniyah, syarah No. 8)

Imam Ibnu Daqiq Al ‘Id rahimahullah mengatakan: “Al-Khathabi dan lainnya mengatakan: maksudnya adalah para penyembah berhala dan kaum musyrikin Arab dan orang yang tidak beriman kepada Allah selain Ahli Kitab dan yang mengikrarkan tauhid.” (Syarah Al-Arbain An-Nawawiyah, Hal. 54, Maktabah Al-Misykah)

Kelima, syahadatain penting karena ia mengandung fadhailun ‘adzimah (keutamaan yang agung).

Siapa saja yang beriman kepada kalimat syahadat, maka ia akan memperoleh kebaikan yang besar. Ali Juraisyah menyatakan bahwa dengan mengucapkan kalimat syahadat seseorang akan mendapatkan dua keuntungan: keuntungan duniawi dan keuntungan ukhrawi.

Keuntungan di dunia adalah ia diakui sebagai seorang muslim, sehingga darah dan hartanya terlindungi. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dalam point keempat di atas.

Sepatah kalimat (syahadatain) saja sudah cukup untuk melindungi darah dan harta seseorang, dan sekaligus memasukkannya ke dalam Islam. Kita tidak diperintahkan untuk membedah dada seseorang untuk mengetahui isi hatinya,

ุฅِู†ِّูŠ ู„َู…ْ ุฃُูˆู…َุฑْ ุฃَู†ْ ุฃَู†ْู‚ُุจَ ุนَู†ْ ู‚ُู„ُูˆุจِ ุงู„ู†َّุงุณِ ูˆَู„َุง ุฃَุดُู‚َّ ุจُุทُูˆู†َู‡ُู…ْ

 “Sesungguhnya aku tidak diperintah untuk memeriksa isi hati manusia dan membelah perut mereka” (HR Al-Bukhari)

Oleh karena itu, Nabi pernah menegur Usamah bin Zaid dengan keras karena telah membunuh seseorang dalam peperangan, padahal orang tersebut telah mengucapkan Laa ilaaha illallah.

ุนَู†ْ ุฃُุณَุงู…َุฉَ ุจْู†ِ ุฒَูŠْุฏٍ ูˆَู‡َุฐَุง ุญَุฏِูŠุซُ ุงุจْู†ِ ุฃَุจِูŠ ุดَูŠْุจَุฉَ ู‚َุงู„َ ุจَุนَุซَู†َุง ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูِูŠ ุณَุฑِูŠَّุฉٍ ูَุตَุจَّุญْู†َุง ุงู„ْุญُุฑَู‚َุงุชِ ู…ِู†ْ ุฌُู‡َูŠْู†َุฉَ ูَุฃَุฏْุฑَูƒْุชُ ุฑَุฌُู„ًุง ูَู‚َุงู„َ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูَุทَุนَู†ْุชُู‡ُ ูَูˆَู‚َุนَ ูِูŠ ู†َูْุณِูŠ ู…ِู†ْ ุฐَู„ِูƒَ ูَุฐَูƒَุฑْุชُู‡ُ ู„ِู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฃَู‚َุงู„َ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَู‚َุชَู„ْุชَู‡ُ ู‚َุงู„َ ู‚ُู„ْุชُ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู†َّู…َุง ู‚َุงู„َู‡َุง ุฎَูˆْูًุง ู…ِู†ْ ุงู„ุณِّู„َุงุญِ ู‚َุงู„َ ุฃَูَู„َุง ุดَู‚َู‚ْุชَ ุนَู†ْ ู‚َู„ْุจِู‡ِ ุญَุชَّู‰ ุชَุนْู„َู…َ ุฃَู‚َุงู„َู‡َุง ุฃَู…ْ ู„َุง ูَู…َุง ุฒَุงู„َ ูŠُูƒَุฑِّุฑُู‡َุง ุนَู„َูŠَّ ุญَุชَّู‰ ุชَู…َู†َّูŠْุชُ ุฃَู†ِّูŠ ุฃَุณْู„َู…ْุชُ ูŠَูˆْู…َุฆِุฐٍ

Dari Usamah bin Zaid ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus kami bersama pasukan kecil maka kami pun menyerang beberapa dusun dari qobilah Juhainah, maka Aku pun berhadapan dengan seseorang, dia mengucapkan la ilaha illallah, namun Aku tetap menikamnya. Namun setelah itu Aku merasa tidak enak akan hal itu maka akupun menceritakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Apakah ia mengucapkan la ilha illallah lantas engkau tetap membunuhnya?’. Aku berkata, ‘Ya Rasulullah, dia mengucapkannya hanya karena takut pedangku!’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Mengapa engkau tidak membelah hatinya hingga engkau tahu bahwa dia mengucapkannya karena takut atau tidak!?’. Berkata Usamah, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terus mengulang-ulang perkataannya kepadaku itu hingga aku berangan-angan seandainya aku baru masuk Islam saat itu” (HR Muslim 1/96)

Sedangkan keuntungan ukhrawinya ialah bahwa seseorang yang mengucapkan kalimat syahadat akan dikeluarkan dari neraka, asalkan ucapannya itu didukung oleh keimanan meskipun hanya sebesar debu. Artinya, dengan syahadat ia akan terselamatkan dari mendekam selama-lamanya di dalam neraka. Hal ini ditegaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ูŠَุฎْุฑُุฌُ ู…ِู†ْ ุงู„ู†َّุงุฑِ ู…َู†ْ ู‚َุงู„َ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَูِูŠ ู‚َู„ْุจِู‡ِ ูˆَุฒْู†ُ ุดَุนِูŠุฑَุฉٍ ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑٍ ูˆَูŠَุฎْุฑُุฌُ ู…ِู†ْ ุงู„ู†َّุงุฑِ ู…َู†ْ ู‚َุงู„َ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَูِูŠ ู‚َู„ْุจِู‡ِ ูˆَุฒْู†ُ ุจُุฑَّุฉٍ ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑٍ ูˆَูŠَุฎْุฑُุฌُ ู…ِู†ْ ุงู„ู†َّุงุฑِ ู…َู†ْ ู‚َุงู„َ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَูِูŠ ู‚َู„ْุจِู‡ِ ูˆَุฒْู†ُ ุฐَุฑَّุฉٍ ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑٍ

 “Keluar dari neraka orang yang mengucapkan la ilaha illallah dan di hatinya ada seberat rambut kebaikan. Keluar dari neraka orang yang mengucapkan la ilaha illallah sedang di hatinya ada seberat gandum kebaikan. Dan keluar dari neraka orang yang mengatakan la ilaha illallah sedang di hatinya ada seberat zarrah kebaikan.” (H.R. Bukhari).

Hadits dari Zaid Ibn Arqam menyebutkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

” ู…َู†ْ ู‚َุงู„َ : ู„ุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุง ุงู„ู„َّู‡ُ ู…ُุฎْู„ِุตًุง ุฏَุฎَู„َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ” ، ู‚ِูŠู„َ : ูˆَู…َุง ุฅِุฎْู„َุงุตُู‡َุง ؟ ู‚َุงู„َ : ” ุฃَู†ْ ุชَุญْุฌُุฒَู‡ُ ุนَู†ْ ู…َุญَุงุฑِู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ “

“Barangsiapa mengucapkan La Ilaha Illa-Llah dengan ikhlas, akan dimasukkan ke dalam surga.” Rasulullah ditanya:“Bagaimana mengikhlaskannya itu?” Rasulullah menjawab: “Dengan menjauh dari apa yang diharamkan oleh Allah Azza wa Jalla.” (HR. Thabrani)

Dari uraian singkat di atas jelaslah bagi kita bahwa syahadatain itu memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam.  Wallahu a’lam.


Sabtu, 10 Mei 2025

Kewajiban dan Pentingnya Membentuk Keluarga Islami

 




Islam diturunkan oleh Allah Ta’ala ke muka bumi untuk menata seluruh dimensi kehidupan manusia. Setiap ajaran yang digariskan agama ini tidak ada yang bertentangan dengan  fitrah manusia. Unsur hati, akal dan jasad yang terdapat dalam diri manusia senantiasa mendapatkan khithab ilahi (arahan ilahi) secara proporsional.

Oleh karena itu, Islam melarang ummatnya hidup membujang laiknya para pendeta, yang hidupnya hanya diarahkan untuk memuaskan dimensi jiwa semata. Sementara kehidupan berkeluarga dijauhinya karena dianggap akan menghalangi dirinya menuju kepuasan batin. Anggapan seperti itu jelas merupakan bentuk penyimpangan dari fitrah manusia.

Berkeluarga dalam pandangan Islam adalah merupakan sunnatullah yang berlaku untuk semua makhluk—kecuali malaikat tentunya. Bahkan Islam menekankan bahwa nikah adalah sunnah—tradisi dan ajaran—Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang harus diikuti oleh umat ini. Perhatikanlah hadits berikut ini:

ุญَุฏَّุซَู†َุง ุณَุนِูŠุฏُ ุจْู†ُ ุฃَุจِู‰ ู…َุฑْูŠَู…َ ุฃَุฎْุจَุฑَู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏُ ุจْู†ُ ุฌَุนْูَุฑٍ ุฃَุฎْุจَุฑَู†َุง ุญُู…َูŠْุฏُ ุจْู†ُ ุฃَุจِู‰ ุญُู…َูŠْุฏٍ ุงู„ุทَّูˆِูŠู„ُ ุฃَู†َّู‡ُ ุณَู…ِุนَ ุฃَู†َุณَ ุจْู†َ ู…َุงู„ِูƒٍ – ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ – ูŠَู‚ُูˆู„ُ ุฌَุงุกَ ุซَู„ุงَุซَุฉُ ุฑَู‡ْุทٍ ุฅِู„َู‰ ุจُูŠُูˆุชِ ุฃَุฒْูˆَุงุฌِ ุงู„ู†َّุจِู‰ِّ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ูŠَุณْุฃَู„ُูˆู†َ ุนَู†ْ ุนِุจَุงุฏَุฉِ ุงู„ู†َّุจِู‰ِّ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ูَู„َู…َّุง ุฃُุฎْุจِุฑُูˆุง ูƒَุฃَู†َّู‡ُู…ْ ุชَู‚َุงู„ُّูˆู‡َุง ูَู‚َุงู„ُูˆุง ูˆَุฃَูŠْู†َ ู†َุญْู†ُ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุจِู‰ِّ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ู‚َุฏْ ุบُูِุฑَ ู„َู‡ُ ู…َุง ุชَู‚َุฏَّู…َ ู…ِู†ْ ุฐَู†ْุจِู‡ِ ูˆَู…َุง ุชَุฃَุฎَّุฑَ . ู‚َุงู„َ ุฃَุญَุฏُู‡ُู…ْ ุฃَู…َّุง ุฃَู†َุง ูَุฅِู†ِّู‰ ุฃُุตَู„ِّู‰ ุงู„ู„َّูŠْู„َ ุฃَุจَุฏًุง . ูˆَู‚َุงู„َ ุขุฎَุฑُ ุฃَู†َุง ุฃَุตُูˆู…ُ ุงู„ุฏَّู‡ْุฑَ ูˆَู„ุงَ ุฃُูْุทِุฑُ . ูˆَู‚َุงู„َ ุขุฎَุฑُ ุฃَู†َุง ุฃَุนْุชَุฒِู„ُ ุงู„ู†ِّุณَุงุกَ ูَู„ุงَ ุฃَุชَุฒَูˆَّุฌُ ุฃَุจَุฏًุง . ูَุฌَุงุกَ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ูَู‚َุงู„َ « ุฃَู†ْุชُู…ُ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู‚ُู„ْุชُู…ْ ูƒَุฐَุง ูˆَูƒَุฐَุง ุฃَู…َุง ูˆَุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู†ِّู‰ ู„ุฃَุฎْุดَุงูƒُู…ْ ู„ِู„َّู‡ِ ูˆَุฃَุชْู‚َุงูƒُู…ْ ู„َู‡ُ ، ู„َูƒِู†ِّู‰ ุฃَุตُูˆู…ُ ูˆَุฃُูْุทِุฑُ ، ูˆَุฃُุตَู„ِّู‰ ูˆَุฃَุฑْู‚ُุฏُ ูˆَุฃَุชَุฒَูˆَّุฌُ ุงู„ู†ِّุณَุงุกَ ، ูَู…َู†ْ ุฑَุบِุจَ ุนَู†ْ ุณُู†َّุชِู‰ ูَู„َูŠْุณَ ู…ِู†ِّู‰ » . ุชุญูุฉ 745 – 2/7 ، ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ

Sa’id bin Abu Maryam menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ja’far mengabarkan kepada kami Humaid bin Abu Humaid At-Thawil mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mendengar Anas bin Malik ra berkata: “Ada tiga orang yang mendatangi rumah-rumah Istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakan tentang ibadah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka tatkala diberitahu, mereka merasa seakan-akan (ibadahnya) tidak berarti (sangat sedikit). Mereka berkata: ‘Di mana posisi kami dibanding Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal beliau telah diampuni dosa-dosanya baik yang lalu maupun yang akan datang’. Salah satu dari mereka berkata: ‘Saya akan qiamullail selama-lamanya.’ Yang lain berkata: ‘Aku akan puasa selamanya.’ Dan yang lain berkata: ‘Aku akan menghindari wanita, aku tidak akan pernah menikah.’ Lalu datanglah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya bersabda: ‘Kalian yang bicara ini dan itu, demi Allah, sungguh aku yang paling takut dan yang paling takwa kepada Allah. Akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat, aku tidur dan aku juga menikah. Barang siapa yang benci terhadap sunnahku maka ia tidak termasuk golonganku.’” (HR. Al-Bukhari).

Urgensi Pembentukan Keluarga Muslim

Ada beberapa faktor yang mendasari urgensinya pembentukan keluarga dalam Islam:

Perintah Allah

Membentuk dan membangun keluarga merupakan perintah yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala dalam beberapa Firman-Nya. Hikmahnya adalah tiada lain agar teralisir kesinambungan hidup dalam kehidupan dan agar manusia berjalan selaras dengan fitrahnya.

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุงุชَّู‚ُูˆุง ุฑَุจَّูƒُู…ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ู†َูْุณٍ ูˆَุงุญِุฏَุฉٍ ูˆَุฎَู„َู‚َ ู…ِู†ْู‡َุง ุฒَูˆْุฌَู‡َุง ูˆَุจَุซَّ ู…ِู†ْู‡ُู…َุง ุฑِุฌَุงู„ًุง ูƒَุซِูŠุฑًุง ูˆَู†ِุณَุงุกً ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุงู„َّุฐِูŠ ุชَุณَุงุกَู„ُูˆู†َ ุจِู‡ِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุญَุงู…َ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูƒَุงู†َ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุฑَู‚ِูŠุจًุง

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak, dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa, 4: 1)

ูˆَู…ِู†ْ ุขูŠَุงุชِู‡ِ ุฃَู†ْ ุฎَู„َู‚َ ู„َูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุฃَู†ْูُุณِูƒُู…ْ ุฃَุฒْูˆَุงุฌًุง ู„ِุชَุณْูƒُู†ُูˆุง ุฅِู„َูŠْู‡َุง ูˆَุฌَุนَู„َ ุจَูŠْู†َูƒُู…ْ ู…َูˆَุฏَّุฉً ูˆَุฑَุญْู…َุฉً ุฅِู†َّ ูِูŠ ุฐَู„ِูƒَ ู„َุขูŠَุงุชٍ ู„ِู‚َูˆْู…ٍ ูŠَุชَูَูƒَّุฑُูˆู†َ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Rum, 30: 21)

Membangun Mas’uliah (rasa tanggung jawab) dalam Diri Seorang Muslim.

Sebelum seseorang berkeluarga, seluruh aktivitas hidupnya hanya fokus kepada perbaikan diri. Mas’uliahnya terpusat pada ucapan, perbuatan dan tindakan yang terkait dengan dirinya sendiri. Akan tetapi setelah membangun mahligai rumah tangga, ia tidak hanya bertanggungjawab terhadap dirinya saja. Ia juga harus bertanggungjawab terhadap keluarganya; bagaimana mendidik dan memperbaiki istrinya agar menjadi wanita yang memahami dan melaksanakan hak serta kewajiban rumah tangganya, juga mendidik anak-anaknya agar menjadi generasi rabbani dan qurani. Perhatikanlah beberapa hadits berikut ini:

ุนَู†ْ ู‚َุชุงุฏَุฉَ ุนَู†ْ ุฃَู†َุณٍ ุจْู†ِ ู…َุงู„ِูƒٍ ุฃَู†َّ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَ ุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ุชَุนَุงู„َู‰ ุณَุงุฆِู„ٌ ูƒُู„َّ ุฑَุงุนٍ ุนَู…َّุง ุงุณْุชَุฑْุนَุงู‡ُ ุญَูِุธَ ุฐَู„ِูƒَ ุฃَู…ْ ุถَูŠَّุนَู‡ُ  ุญَุชู‰َّ ูŠُุณْุฃَู„َ ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ุนَู†ْ ุฃَู‡ْู„ِ ุจَูŠْุชِู‡ِ

Dari Qatadah, dari Anas bin Malik, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,  “Sesungguhnya Allah Ta’ala akan meminta pertanggung jawaban kepada setiap pemimpin atas apa yang dipimpinnya, apakah ia menjaga kepemimpinannya atau melalaikannya, sehingga seorang laki-laki ditanya tentang anggota keluarganya”. (Hadits Gharib dalam Hilayatul Auliya, 9/235, diriwayatkan oleh An-Nasa’i  dalam Isyratun Nisaa’, hadits No. 292 dan Ibnu Hibban dari Anas dalam Shahihul Jami’, No. 1775; As-Silsilah Ash-Shahihah, No.1636)

ุนَู†ْ ุนَุงุฆِุดَุฉَ ุฑَุถِู‰َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡َุง ู‚َุงู„َุชْ ู‚َุงู„َ ุงู„ู†َّุจِู‰ُّ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- : ุฎَูŠْุฑُูƒُู…ْ ุฎَูŠْุฑُูƒُู…ْ ู„ุฃَู‡ْู„ِู‡ِ ูˆَุฃَู†َุง ุฎَูŠْุฑُูƒُู…ْ ู„ุฃَู‡ْู„ِู‰.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sebaik-baik kamu adalah yang paling baik pada kelurganya dan aku paling baik bagi keluargaku.’” (HR. Al-Baihaqi)

ูˆุนู† ุฃَุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ – ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ – ، ู‚َุงู„َ : ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ ุงู„ู„ู‡ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – : ุฃูƒْู…َู„ُ ุงู„ู…ُุคู…ِู†ِูŠู†َ ุฅูŠู…َุงู†ุงً ุฃุญْุณَู†ُู‡ُู…ْ ุฎُู„ُู‚ุงً ، ูˆุฎِูŠَุงุฑُูƒُู…ْ ุฎูŠุงุฑูƒู… ู„ِู†ِุณَุงุฆِู‡ِู…ْ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya dan yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya.’” (HR. At-Tirmidzi, dan ia berkata: “Hadits hasan shahih”).

Langkah Penting Membangun Masyarakat Muslim

Keluarga muslim merupakan batu bata atau institusi terkecil dari masyarakat muslim. Seorang muslim yang membangun dan membentuk keluarga, berarti ia telah mengawali langkah penting untuk berpartisipasi membangun masyarakat muslim. Berkeluarga merupakan usaha untuk menjaga kesinambungan kehidupan masyarakat dan sekaligus memperbanyak anggota baru masyarakat.

ุนَู† ุฃู†ุณٍ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚َุงู„َ : { ูƒَุงู†َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَุฃْู…ُุฑُู†َุง ุจِุงู„ْุจَุงุกَุฉِ ، ูˆَูŠَู†ْู‡َู‰ ุนَู†ْ ุงู„ุชَّุจَุชُّู„ِ ู†َู‡ْูŠًุง ุดَุฏِูŠุฏًุง ، ุชَุฒَูˆَّุฌُูˆุง ุงู„ْูˆَู„ُูˆุฏَ ุงู„ْูˆَุฏُูˆุฏَ .ูَุฅِู†ِّูŠ ู…ُูƒَุงุซِุฑٌ ุจِูƒُู…ْ ุงู„ْุฃَู†ْุจِูŠَุงุกَ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ }

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami “ba-ah” (mencari persiapan nikah) dan melarang membujang dengan larangan yang keras seraya bersabda: ‘Nikahi wanita yang banyak anak dan yang banyak kasih sayang. Karena aku akan berlomba dengan jumlah kamu terhadap para nabi pada hari kiamat.’” (HR. Ahmad, dishahihkan Ibnu Hibban. Memiliki “syahid” pada riwayat Abu Dawud, An-Nasaai dan Ibnu Hibban dari hadits Ma’qil bin Yasaar).

Mewujudkan Keseimbangan Hidup

Orang yang membujang dianggap masih belum menyempurnakan sisi lain keimanannya. Ia hanya memiliki setengah keimanan. Bila ia terus membujang maka akan terjadi ketidak seimbangan dalam hidupnya, kegersangan jiwa dan keliaran hati. Untuk menciptakan keseimbangan dalam hidupnya, Islam memberikan terapi dengan melaksanakan salah satu sunnah rasul yaitu membangun keluarga yang sesuai dengan rambu-rambu ilahi.

ุนَู†ْ ุฃَู†َุณٍ ุจْู†ِ ู…َุงู„ِูƒٍ ู‚َุงู„َ : ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆْู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ ُุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ : ุฅِุฐَุง ุชَุฒَูˆَّุฌَ ุงู„ْุนَุจْุฏُ ูَู‚َุฏِ ุงุณْุชَูƒْู…َู„َ ู†ِุตْูَ ุงู„ุฏِّูŠْู†ِ ูَู„ْูŠَุชَّู‚ِ ุงู„ู„ู‡َ ูِู‰ ุงู„ู†ِّุตْูِ  ุงู„ْุจَุงู‚ِู‰. ุฑَูˆَุงู‡ُ ุงู„ْุจَูŠْู‡َู‚ِูŠ

Dari Anas bin Malik berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Apabila seseorang menikah maka ia telah menyempurnakan setengah agama. Hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam setengahnya lagi.’” (HR. Imam Al-Baihaqi)

Menikah juga bisa menjaga keseimbangan emosi, ketenangan pikiran, dan kenyamanan hati.

ุนَู†ْ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ู‚َุงู„َ ู‚َุงู„َ ู„َู†َุง ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- « ูŠَุง ู…َุนْุดَุฑَ ุงู„ุดَّุจَุงุจِ ู…َู†ِ ุงุณْุชَุทَุงุนَ ู…ِู†ْูƒُู…ُ ุงู„ْุจَุงุกَุฉَ ูَู„ْูŠَุชَุฒَูˆَّุฌْ ูَุฅِู†َّู‡ُ ุฃَุบَุถُّ ู„ِู„ْุจَุตَุฑِ ูˆَุฃَุญْุตَู†ُ ู„ِู„ْูَุฑْุฌِ ูˆَู…َู†ْ ู„َู…ْ ูŠَุณْุชَุทِุนْ ูَุนَู„َูŠْู‡ِ ุจِุงู„ุตَّูˆْู…ِ ูَุฅِู†َّู‡ُ ู„َู‡ُ ูˆِุฌَุงุกٌ »

Dari Abdullah berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada kami: ‘Wahai para pemuda, barang siapa dari kalian yang memiliki kemampuan, maka hendaklah ia menikah. Karena sesungguhnya menikah itu akan menundukkan pandangan dan memelihara farji (kemaluan). Barang siapa yang tidak mampu maka hendaklah ia berpuasa. Karena puasa itu merupakan benteng baginya.” (HR. Muslim)

Jumat, 09 Mei 2025

Salah Kaprah Publik Indonesia Tentang PKS dan Peranannya dalam Politik Nasional

 


Belakangan ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi subjek kritik tajam di media sosial. Kritik ini muncul karena sejumlah langkah politik yang diambil oleh PKS, mulai dari dukungan terhadap Bobby Nasution di Sumatera Utara, hingga pembatalan dukungan untuk Anies Baswedan sebagai calon gubernur DKI Jakarta. 

Tak heran, partai yang dianggap sebagai harapan terakhir bagi “kewarasan” politik di negeri ini kini dituding sebagai bagian dari rezim yang mendukung dinasti kekuasaan.

Namun, ada beberapa cara berpikir yang tidak tepat tentang PKS yang perlu diluruskan. Setidaknya ada delapan kesalahpahaman umum masyarakat terkait PKS:

1. Tidak Konsisten dengan Sikap Oposisi

Salah satu kesalahan berpikir utama adalah menganggap bahwa bergabungnya PKS dengan pemerintahan Prabowo sama dengan PKS tidak konsisten dengan sikap oposisi yang selama dilakukan terhadap pemerintahan Jokowi. 

Meski kemenangan Prabowo tidak lepas dari dukungan Jokowi, namun masing masing pemerintahan memiliki gaya kepemimpinan, karakter, dan jaringan internasional yang berbeda. 

Perlu diingat, hubungan PKS dan Prabowo sudah terjalin sejak satu dekade lalu, sementara hubungan PKS dengan Jokowi terjadi pada tahun 2005 saat Pilkada Solo.

2. Tidak Mendukung Anies Berarti PKS Tidak Konsisten Sebagai Opisisi Pemerintahan Jokowi

Logika ini juga keliru. Memang benar Anies Baswedan adalah antitesa dari Jokowi, namun PKS bukanlah Anies, dan Anies bukan PKS. Dalam sejarahnya, PKS telah menunjukkan komitmen untuk mendukung figur yang berlawanan dengan Jokowi. 

Keputusan PKS untuk tidak mendukung Anies saat ini lebih terkait dengan dinamika internal dan realpolitik, bukan karena PKS mendukung Jokowi.

3. Mendukung Bobby Nasution = Mendukung Dinasti

Dukungan PKS terhadap Bobby Nasution di Sumatera Utara tidak serta-merta berarti PKS mendukung politik dinasti. Sejarah menunjukkan bahwa PKS tidak pernah mendukung politik dinasti, baik di Depok maupun di Jawa Barat. Dukungan PKS terhadap Bobby lebih merupakan refleksi dari realitas politik lokal di Sumatera Utara, bukan dukungan terhadap dinasti Jokowi.

4. Masuk Kabinet = Tunduk pada Oligarki

Anggapan bahwa masuk kabinet berarti tunduk pada oligarki adalah pandangan yang terlalu simplistis. Oligarki ada di hampir setiap negara di dunia, dan yang penting bukanlah keberadaan oligarki itu sendiri, melainkan bagaimana pemerintah mengelola hubungan dengan para pengusaha besar. 

Dalam sejarahnya, PKS telah menunjukkan bahwa mereka tidak selalu tunduk pada kepentingan oligarki, baik saat berada dalam pemerintahan SBY maupun dalam pemerintahan daerah yang dipimpin oleh kader PKS.

5. Berkoalisi dengan KIM = Tidak Tahan Menjadi Oposisi

Menjadi oposisi atau koalisi bukanlah soal daya tahan, melainkan soal strategi perjuangan politik. PKS telah lama berjuang sebagai oposisi, namun hasil yang dicapai sering kali tidak maksimal. 

Dengan berkoalisi, PKS berharap dapat memperjuangkan kepentingan rakyat dengan lebih efektif, karena memiliki akses langsung terhadap kekuasaan eksekutif.

6. PKS Jualan Agama = PKS Munafik

PKS memang partai dakwah yang lahir dari gerakan dakwah, dan karenanya mereka selalu membawa pesan-pesan agama dalam aktivitas politiknya. Namun, menyebut PKS sebagai partai munafik karena ini adalah pandangan yang tidak berdasar.

7. Menerima Jatah Menteri = Tidak Tahan Godaan Koalisi

Politik memang selalu melibatkan pembagian kekuasaan, dan menerima jatah menteri adalah hal yang wajar dalam konteks ini. 

Penting untuk diingat bahwa PKS telah menolak tawaran posisi menteri dari Jokowi pada masa lalu. Jika sekarang mereka menerima tawaran dari Prabowo, itu lebih merupakan konsekuensi logis dari aliansi politik yang telah lama terjalin.

8. Kekuasaan adalah Kunci untuk Berkontribusi

Prestasi menteri-menteri dari PKS dalam pemerintahan sebelumnya menunjukkan bahwa dengan memegang kekuasaan, PKS mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Keberhasilan ini hanya dapat dicapai jika PKS memiliki akses terhadap kekuasaan eksekutif, dan inilah alasan mengapa kekuasaan tetap menjadi faktor penting dalam perjuangan politik PKS.

Kesimpulan PKS adalah partai yang dinamis, dan keputusan-keputusan yang mereka ambil selalu didasarkan pada perhitungan politik yang matang. 

Kritik dan pengawasan publik memang diperlukan, namun sebaiknya kritik tersebut didasarkan pada pemahaman yang benar dan bukan pada asumsi atau misinformasi. 

Dengan demikian, kita dapat mendorong dialog politik yang lebih sehat dan konstruktif di Indonesia.

DPP PKS Bidang Humas

Cara H. Nasdiyanto Bahagiakan Anak Yatim di Hari Raya

 


Lebaran yatim memang sudah menjadi tradisi sejak lama. Lalu bagaimana para anak-anak yatim berhari raya di Idul Fitri? 


"Untuk membayar kontrakan saja. Sudah setengah mati pontang-panting. Lalu bagaimana untuk baju lebaran anak-anak?" keluh seorang ibu di Jakarta Timur.


Jelang akhir ramadan jangan biarkan anak-anak yatim bermuram durja. Seorang diri mojok di kamar. Lalu berangan-angan.. andai masih ada ayahku ๐Ÿ˜ญ


Nabi Muhammad pernah bersabda:


"Aku dan orang yang merawat anak yatim seperti ini dalam surga.” Kemudian nabi memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, seraya sedikit merenggangkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Di hari raya Idul Fitri nanti. Aku tak ingin ada anak yatim yang murung. Wajahnya mendung melihat suka cita anak-anak lain berhari raya. 


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di bulan ramadan ini punya program membahagiakan anak yatim. Seluruh anggota DPR, DPRD dan kepala daerah bergerak serentak mengajak anak yatim membeli baju baru.


Hal ini juga dilakukan Anggota DPRD DKI Jakarta Nasdiyanto atau yang dikenal dengan nama panggilan Ayah Nasdi. Ia mengajak anak-anak yatim ke pusat perbelanjaan Pusat Grosir Cililitan (PGC).


"Belanja bareng Ayah Nasdi dengan anak-anak yatim. Moga menjadi penghapus kegundahanmu di hari raya, nak!"


Ayah anak-anak yatim di hari raya. 

Ayah H. Nasdiyanto

DPRD PKS Jakarta


PGC Senin 24 Maret 2025

Yuk, Gabung Berqurban Bersama PKS Batu Ampar


 Assalamu'alaikum Wr wb

Rasulullah SAW Bersabda :

ูŠَุง ูŠُّู‡َุงุงู„ู†َّุงุณُ ุงِู†َّ ุนَู„ู‰ ูƒُู„ ุฃู‡ْู„ِ ุจَูŠْุชٍ ููŠ ูƒู„ِّ ุนَุงู…ٍ ุฃُุถْุญِูŠَّุฉ


Artinya : "Hai manusia, sesungguhnya atas tiap-tiap ahli rumah pada tiap-tiap tahun disunahkan berkurban," (HR Abu Dawud).

Idul Qurban 1446 H tahun ini PKS  Batu Ampar kembali akan melaksanakan penyembelihan dan pembagian daging qurban yang InsyaAllah penyembelihan akan dilaksanakan pada hari Tasyrik H+3


Semoga Allah berikan  keluasan rezeki utk menunaikan ibadah qurban tahun ini bersama PKS Batu Ampar, dan semoga hewan qurban tsb menjadi kendaraan kita di akhirat kelak. Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin...๐Ÿคฒ๐Ÿป

๐Ÿ’ณ Transfer Qurban:  
 1. CIMB SYARIAH
      762807761900

2. BRI
      321901019605530
a.n. Puryaji ๐Ÿ“Œ

๐Ÿ“ž  1. Abu Bakar   : 081510490645
        2. Hidayat.    : 085171582575

Kamis, 08 Mei 2025

Halal Bi Halal PKS Batu Ampar 2025

 

Sertijab Pengurus Dpra PKS Batu Ampar

Dewan Pengurus Ranting Partai Keadilan Sejahtera (DPRa PKS) Batu Ampar melaksanakan Kegiatan Halal Bi Halal, Silaturahmi, dan Serah terima jabatan pengurus DPRa baru (Ahad, 04/05/2025) bertempat di Saung Quran Al Barokah Rw 05 Batu ampar Kramat Jati.

Kegiatan yang dihadiri lebih dari 150 orang yang terdiri dari  Struktur  DPC PKS Kramat jati,  struktur DPRa  Batu Ampar,  serta Saksi dan simpatisan PKS.



 
Acara HalBil ini dipandu oleh 2 orang  MC andalan Dpra Batu ampar  yang begitu aktraktif Ibu Anita Fitriah dan Ibu Lilis sehingga acara berjalan dengan meriah dan ceria.
 
Disamping itu juga para peserta begitu gembira dan antusias dengan dibagikannya puluhan hadiah doorprize
 
Kegiatan ini juga ditutup dengan Tausyiah Oleh Ketua DPC PKS Kramat Jati  Ustadz H.Wahyu Sulistiyo yang memberikan hikmah halal Bi halal agar  para kader dan simpatisan tetap terus  melaksanakan kebiasaan-kebiasaan yang dilaksanakan di bulan ramadhan, 
selanjutnya acara dilanjutkan dengan ramah tamah dengan menikmati hidangan bakso dan dimsum yang telah disediakan oleh panitia


Diharapkan kegiatan ini sebagai bagian Konsolidasi untuk merapatkan barisan kader, mempersiapkan pembinaan kader untuk tahun-tahun Politik kedepannya.

Copyright © 2024 PKS Batu Ampar All Rights Reserved.
back to top