Terbaru

Indeks

Senin, 02 Maret 2026

Silaturahim Hangat di Bulan Penuh Berkah: Kader PKS Batu Ampar Semarakkan Buka Puasa Bersama

 


Pada Sabtu, 28 Februari 2026, suasana penuh kehangatan dan ukhuwah terasa begitu kental di Saung Qur’an Al Barokah. Kader PKS Batu Ampar berkumpul dalam kegiatan Silaturahim dan Buka Puasa Bersama, sebuah momentum yang tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga menguatkan semangat dakwah di bulan suci Ramadhan.

Acara dibuka dengan penuh khidmat, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua DPRA PKS Batu Ampar, Achmad Hidayat. Dalam arahannya, beliau menyampaikan berbagai program PKS Batu Ampar selama bulan Ramadhan, di antaranya:

  • 📌 Pemasangan spanduk Ramadhan di rumah kader

  • 📌 Pelaksanaan pesantren kilat untuk generasi muda

  • 📌 Pelaksanaan I'tikaf 10 hari terakhir Ramadhan

  • 📌 Agenda halal bihalal pasca Ramadhan

Beliau menekankan bahwa Ramadhan harus menjadi momentum penguatan peran kader di tengah masyarakat, baik melalui syiar maupun pelayanan.

Kegiatan semakin bermakna dengan tausiyah inspiratif dari Ust. Dr. Masyudi yang mengajak seluruh peserta untuk memaksimalkan ibadah Ramadhan dengan hati yang bersih dan semangat berbagi.

Turut hadir memberikan dukungan, Ketua DPC PKS Kramatjati, H. Wahyu Sulistiyo, beserta jajaran BPH. Kehadiran beliau menambah semangat kebersamaan lintas struktur dalam mengokohkan soliditas kader.

Menjelang penutup, suasana semakin meriah dengan pembagian doorprize yang disambut antusias oleh para peserta. Tawa dan kebahagiaan pun mengiringi berakhirnya rangkaian acara.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa PKS Batu Ampar terus menjaga tradisi silaturahim sekaligus menggerakkan program Ramadhan secara nyata. Harapannya, semangat kebersamaan ini akan terus tumbuh dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Bersama PKS, Ramadhan Lebih Bermakna — Dakwah Terasa, Pelayanan Nyata.

Minggu, 25 Januari 2026

Ramadhan Mode On: Yuk Ikut Ansyithoh Ramadhan 1447 H!

 

Ansyithoh Ramadhan 1447 H: Bukan Sekadar Puasa, Tapi Waktunya Upgrade Diri!

Ramadhan itu bukan cuma soal nahan lapar dan haus. Lebih dari itu, Ramadhan adalah momen paling pas buat upgrade diri — baik iman, ilmu, maupun kepedulian sosial.

Nah, buat kamu warga Batu Ampar dan sekitarnya, siap-siap ya! DPRa PKS Batu Ampar bakal ngadain rangkaian kegiatan seru dan bermanfaat lewat program Ansyithoh Ramadhan 1447 H.

Kegiatannya bukan kaleng-kaleng, karena dirancang buat semua kalangan: remaja, orang tua, sampai keluarga.

Apa aja sih kegiatannya?

Dalam Ansyithoh Ramadhan ini, bakal ada:

  • Tarhib Ramadhan
    Biar masuk Ramadhan nggak kaget, hati siap, iman siap, bagi-bagi Banner Ramadhan ke Kader

  • Buka Puasa Bersama
    Nggak cuma kenyang, tapi juga nambah teman dan silaturahmi.

  • Pesantren Kilat
    Isi otak, isi hati, biar Ramadhan makin bermakna.

  • I’tikaf
    Quality time sama Allah, sejenak rehat dari dunia.

  • Halal Bihalal
    Setelah Idul Fitri, waktunya saling maaf dan saling rangkul lagi.

Kenapa harus ikut?

Karena ini bukan cuma acara, tapi gerakan kebaikan. Tempat kumpulnya orang-orang baik, niat baik, dan harapan baik. Cocok banget buat kamu yang pengen Ramadhan tahun ini beda dari biasanya: lebih aktif, lebih peduli, dan lebih bermakna.

Oh iya, buat yang mau ikut berpartisipasi dalam bentuk donasi juga bisa banget. InsyaAllah semua disalurkan untuk kegiatan sosial selama Ramadhan.

“Ramadhan cuma datang setahun sekali. Jangan sampai lewat gitu aja tanpa cerita.”

Pantengin terus info selanjutnya dari PKS Batu Ampar, karena detail tanggal dan lokasi bakal segera diumumkan.

Ramadhan mode ON.
Kebaikan jangan ditunda. ✨

Rekening Donasi :

1. CIMB SYARIAH
      762807761900
      A/N PURYAJI

2. BRI
      321901019605530
      A/N PURYAJI

3. BSI  
      7315392904
      A/N  PURYAJI


Rabu, 03 Desember 2025

Rijālud Da‘wah: Jejak Ruhani Para Penopang Umat

 



Apabila kita menelusuri perjalanan sejarah umat dan menelaah sosok-sosok besar yang pernah hidup di dalamnya, akan kita dapati satu titik temu yang menyatukan mereka semua. Mereka bukan sekadar manusia dengan kecerdasan akal yang menonjol, tetapi pribadi-pribadi yang dianugerahi kekuatan ruh (quwwatur-rūḥ) dan keteguhan hati (quwwatul-qalb).

Dengan dua kekuatan inilah seluruh potensi lain menjadi kokoh dan bermakna.

Benarlah ungkapan Bisyr Al-Khathib yang dikutip oleh Syaikh Ahmad Rasyid dalam salah satu karyanya:

“Cukuplah bagimu pelajaran dari orang-orang yang telah wafat; ketika kisah hidup mereka dipelajari, hati menjadi hidup. Dan sungguh, ada pula manusia-manusia yang masih hidup di sekeliling kita, namun dengan melihatnya hati justru menjadi mati.”

Ungkapan ini mengajarkan bahwa kehidupan sejati bukan diukur dari denyut nadi, melainkan dari cahaya yang ditinggalkan di dalam hati manusia.


Muhaddatsūn: Karunia Ilham bagi Orang-Orang Pilihan

Rasulullah ﷺ dalam sebuah hadits shahih menyebutkan tentang adanya golongan manusia yang dianugerahi ilham dan firasat yang benar. Beliau bersabda:

لَقَدْ كَانَ فِيمَا قَبْلَكُمْ مِنَ الْأُمَمِ مُحَدَّثُونَ، فَإِنْ يَكُ فِي أُمَّتِي أَحَدٌ فَإِنَّهُ عُمَرُ

“Sungguh pada umat-umat sebelum kalian terdapat orang-orang muhaddatsūn (yang diberi ilham). Jika di umatku ada salah satu dari mereka, maka ia adalah Umar.”
(HR. Al-Bukhari no. 3486)

Membaca sejarah Umar bin Al-Khaththab radhiyallāhu ‘anhu adalah membaca lembaran demi lembaran keajaiban ketaatan dan ketajaman firasat. Dengan izin Allah, beliau pernah “melihat” keadaan pasukan Sariyyah dari jarak ratusan bahkan ribuan mil, lalu berseru dari atas mimbar:

“Wahai Sariyyah, berlindunglah ke balik gunung!”

Seruan itu didengar dan ditaati, dan kemenangan pun diraih.

Dalam kesempatan lain, Umar pernah mengatakan dengan yakin:

“Barang siapa dari keturunanku kelak memiliki luka di wajahnya, ia akan memenuhi bumi dengan keadilan.”

Ucapan ini terbukti pada diri Umar bin Abdul Aziz, khalifah adil yang walau hanya memerintah dua tahun lima bulan, namun jejak keadilannya kekal hingga hari ini.


Ilham Para Ulama: Dari Umar hingga Imam Asy-Syafi‘i

Fenomena ilham tidak berhenti pada para sahabat. Dalam sejarah Islam, Imam Asy-Syafi‘i dikenal pula sebagai seorang yang memiliki firasat yang tajam. Menjelang wafatnya, beliau menyampaikan prediksi tentang masa depan murid-muridnya—dan seluruhnya terbukti satu per satu.

Ini menunjukkan bahwa Allah menganugerahkan cahaya petunjuk kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan bertakwa.


Hasan Al-Banna: Firasat Seorang Mujaddid Zaman

Pada era modern, salah satu tokoh yang—insya Allah—termasuk dalam deretan orang-orang yang mendapatkan ilham adalah Asy-Syahid Imam Hasan Al-Banna rahimahullah.

Dalam kisahnya bersama Sayyid Qutb, tampak jelas kejernihan pandangan dan keluasan hikmah beliau. Ketika sebagian orang bergegas ingin membantah tulisan Sayyid Qutb yang kontroversial, Imam Al-Banna justru memilih menjaga pintu taubat tetap terbuka.

Dengan ketenangan seorang murabbi sejati, beliau berkata kurang lebih:

“Ia masih muda. Tulisan itu bukan lahir dari fitrahnya, melainkan dari lingkungannya. Biarkan ia tumbuh. Boleh jadi suatu hari ia akan menjadi pemikul dakwah.”

Dan sejarah membuktikan: Sayyid Qutb akhirnya menjadi salah satu pilar pemikiran dakwah Islam dan Ikhwanul Muslimin.


Lingkungan yang Menumbuhkan Cahaya

Imam Hasan Al-Banna lahir pada tahun 1906 M di Al-Mahmudiyah, dari keluarga pencinta ilmu. Ayahnya, Syaikh Ahmad As-Sa‘ati, adalah seorang ulama dan ahli hadits. Sejak kecil, Al-Banna tumbuh dalam disiplin, kesederhanaan, dan kecintaan kepada Al-Qur’an—hingga menghafal hampir seluruhnya di usia muda.

Hidupnya tertata, waktunya terbagi dengan rapi antara belajar, bekerja, ibadah, dan dakwah. Semua itu adalah fondasi bagi lahirnya seorang pemimpin ruhani, bukan sekadar organisator.


Tazkiyatun Nafs dan Jejak Tarekat

Ketertarikan beliau pada Tarekat Al-Hashafiyyah bukanlah pelarian spiritual, melainkan bagian dari perjalanan tazkiyah. Dari tarekat ini, beliau belajar bahwa agama bukan sekadar ritual, melainkan keberanian menegakkan kebenaran di hadapan kekuasaan.

Syaikh Abdul Wahhab Al-Hashafi bahkan pernah berkata kepada Hasan Al-Banna:

“Aku melihat Allah akan menghimpun hati manusia kepadamu. Ketahuilah, kelak engkau akan dimintai pertanggungjawaban atas waktu mereka.”

Kalimat ini menjadi nubuat tentang amanah besar yang kelak ia emban.


Ahlul Hajb: Pemimpin yang Menyembunyikan Keajaiban

Syaikh Thanthawi Jauhari, ulama besar Al-Azhar, menyebut Hasan Al-Banna sebagai ahlul hajb—pemimpin yang tidak menampakkan karamah luar biasa, tetapi justru membentuk manusia dan membangunkan umat.

“Mereka inilah orang-orang yang dipilih Allah untuk menghidupkan iman, memerangi kezaliman, dan menyatukan hati kaum beriman.”

Bagi Syaikh Thanthawi, Hasan Al-Banna bukan sekadar dai, tetapi arsitek kebangkitan umat.


Akhir Sebuah Kisah, Awal Sebuah Pertanyaan

Imam Hasan Al-Banna telah gugur sebagai syahid. Hingga hari ini, belum muncul sosok yang sepenuhnya menyamai perannya. Namun keyakinan kita tidak boleh goyah, karena:

إِنَّ لِكُلِّ مَرْحَلَةٍ رِجَالَهَا
“Setiap fase kehidupan memiliki para tokohnya.”

Dahulu ada kemurtadan, dan Allah menghadirkan Abu Bakar.
Dahulu ada keterpurukan umat, dan Allah menghadirkan Hasan Al-Banna.

Kini, umat kembali terluka.
Lalu pertanyaannya bukan sekadar:

“Di mana Hasan Al-Banna hari ini?”

Melainkan:

“Apakah kita sedang mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari rijāl pada marhalah ini?”

Copyright © 2024 PKS Batu Ampar All Rights Reserved.
back to top