Jumat, 27 Desember 2024

Wilayah Batu Ampar, kramat Jati

 




Batu Ampar adalah sebuah kelurahan yang terletak di kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Kelurahan Batu Ampar, Kelurahan Balekambang dan kelurahan kampung Tengah lebih dikenal oleh masyarakat Jakarta dengan sebutan daerah Condet. Batu Ampar memiliki kode pos 13520.

Kelurahan Batu Ampar terletak Jl. Batu Ampar II RT.006 RW.03, Kecamatan Kramat Jati, Kota Administrasi Jakarta Timur. Kelurahan Batu Ampar memiliki Rukun Warga 6, Rukun Tetangga 86, dengan luas wilayah 255 Ha. 

Wilayah Batuy Ampar berbatasan dengan Jalan Raya Condet / Kelurahan Cililitan di sebelah utara, Jalan Raya Condet / Kelurahan Balekambang di sebelah barat, Jalan raya Bogor / Kelurahan Kramat Jati di sebelah timur dan Jalan Inerbang / Kelurahan Kampung Tengah di sebelah selatan.


Sejarah

Ada legenda yang melekat pada nama tempat tersebut sebagaimana diceritakan oleh orang – orang tua di Condet kepada Ran Ramelan, penulis buku kecil berjudul Condet, sebagai berikut. Pada zaman dulu ada sepasang suami istri, namanya Pangeran Geger dan Nyai Polong, memeliki beberapa orang anak. Salah seorang anaknya, perempuan, diberi nama Siti Maemunah, terkenal sangat cantik. Waktu Maemunah sudah dewasa dilamar oleh Pangeran Tenggara atau Tonggara asal Makasar yang tinggal di sebelah timur Condet, untuk salah seorang anaknya, bernama Pangeran Astawana.

Supaya dibangunkan sebuah rumah dan sebuah tempat bersenang – senang di atas empang, dekat kali Ciliwung, yang harus selesai dalam waktu satu malam. Permintaan itu disanggupi dan terbukti, menurut sahibulhikayat, esok harinya sudah tersedia rumah dan sebuah bale di sebuah empang di pinggir kali Cliwung, sekaligus dihubungkan dengan jalan yang diampari dengan batu, mulai dari tempat kediaman keluarga Pangeran Tenggara . Demikianlah, menurut cerita, tempat yang dilalui jalan yang diampari batu itu selanjutnya disebut Batu Ampar, dan bale (Balai) peristirahatan yang seolah – olah mengambang di atas air kolam dijadikan nama tempat . Balekambang.

Pada awal abad keduapuluh di Batu Ampar terdapat perguruan silat yang dipimpin antara lain oleh Maliki dan Modin (Pusponegoro, 1984, IV:295). Pada tahun 1926, seorang guru silat di Batu Ampar, Saaman, terpilih sebagai salah seorang tenaga pengajar ilmu bela diri itu di Negeri Belanda, selama dua tahun. Tidak mustahil, kemahiran Saaman sebagai pesilat, sehingga terpilih menjadi pengajar di mancanegara itu, adalah kemahiran turun – temurun.

Sumber : Wikipedia

Rabu, 25 Desember 2024

Materi Tarbiyah 2 : Ushulud Da'wah (Prinsip-Prinsip Dakwah)

Materi Tarbiyah 1 : Ushulul Islam (Dasar - Dasar Islam)

Selasa, 24 Desember 2024

Entong Gendut Pahlawan Condet



Entong Gendut lahir di wilayah Condet Jakarta Timur. Ia dikenal sebagai pembela rakyat Condet. Pada abad ke-17, di Batavia telah terbentuk sebuah kota. Tanah yang dikuasai VOC semakin luas, bahkan tanah-tanah yang ada di sekitar benteng di Batavia diperuntukkan perwira dan dan pejabat tinggi VOC, namun justru tanah-tanah tersebut dijual kepada saudagar Cina yang kaya. Tanah-tanah inilah yang kemudian dikenal dengan nama tanah partikelir (Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Prov. DKI Jakarta: 2003: 38). 

Penduduk yang berdiam di atas tanah partikelir diwajibkan untuk mambayar pajak kepada pemilik tanah. Begitu pula dengan para petani yang menyewa tanah diharuskan membayar cuke atau pajak yang ditentukan setiap sepuluh tahun sekali. Selain itu, setiap panen para petani yang menyewa tanahnya harus menyerahkan seperlimanya untuk diserahkan kepada pemilik tanah.

 Pada saat-saat tertentu para petani juga diharuskan untuk kerja di tanah milik tuan tanah tersebut tanpa diberi upah. Atas kesewenang-wenangannya, timbullah perlawanan petani terhadap tuan tanah. Perlawanan petani terhadap tuan tanah bukan hanya terjadi pada masalah pajak, tetapi juga masalah hutang, di antaranya mengadukan petani ke pengadilan karena lalai membayar hutang. Pada 1913, tidak kurang dari 2.000 orang petani yang diajukan ke pengadilan di Mr. Cornelis karena lalai dalam membayar uang sewa tanah dan pekarangan, cuke dan tebusan uang kumpenian.


Condet merupakan salah satu daerah yang ada di Jakarta Timur. Pada masa pemerintahan Kolonial Belanda, Condet merupakan daerah yang dikuasai tuan tanah. Para tuan tanah bermarkas di Kampung Gedang. Seluruh tanah di Condet dari Tanjuug Timur sampai dengan Tanjung Barat dikuasai oleh tuan tanah. 

Waktu itu rakyat diharuskan membayar pajak yang ditagih oleh mandor dan centeng tuan tanah. Besarnya pajak (blasting) sebesar 25 sen yang harus dibayarkan setiap pekan. Peraturan tersebut dinilai sangat berat oleh rakyat dikarenakan harga beras waktu itu sudah mencapai 4 sen/per kg. 

Apabila ada penduduk yang belum membayar, mereka diharuskan kerja paksa, mencangkul sawah atau kebun milik bangsa Belanda, dan apabila ada penduduk yang belum bayar pajak (blasting) orang tersebut tidak boleh memanen hasilnya. Adanya peraturan yang begitu memberatkan tersebut, keresahan pun meningkat pada 1916. Ketika seorang petani yang bernama Taba, penduduk Batu Ampar diajukan ke pengadilan di Mr. Cornelis dan divonis bersalah. 

Rumah Taba kemudian disita dan jual seharga f.4.50. Peristiwa ini menghebohkan masyarakat sekitar. Ketika para pejabat tuan tanah hadir di kediaman Taba untuk menyita dan menjual rumah tersebut, warga sekitar berkerumun di sekitar sambil menghalang-halangi mereka. Peristiwa berkelanjutan yang menimpa para petani akibat ulah tuan tanah tersebut menimbulkan keprihatian kelompok pencak silat di Batu Ampar pimpinan Entong Gendut. Mereka ingin memihak para petani dan mencegah apabila rumah dan tanah petani disita dan dijual, mereka juga membenci para tuan tanah yang hidup berfoya-foya.


Pada 1916, di Condet terdapat seorang tuan bernama Lady Lollinson. Di Villa tersebut sedang diadakan pesta tari Topeng dan kegiatan lainnya. Dengan kejadian tersebut, Entong Gendut bermusyawarah dengan tokoh Condet H. Asmat Wahab dan H. Maliki. Dari hasil musyawarah tersebut, Pada 5 April 1916, sekitar jam sebelas malam, H Entong Gendut beserta tokoh Condet serta mengajak 300 orang pengikutnya menuju kediaman Lady Lollinson di Villa Nova. Mereka menghentikan acara yang diadakan di rumah tersebut. Pesta Tari Topeng dan kegiatan lainnya yang ada di rumah tersebut sengaja dihentikan. Tentu saja perbuatan Entong Gendut membuat amarah para marsose Belanda dan bagi tuan tanah perbuatan Entong Gendut dianggap sebagai pembangkangan.


Akhir Hayat
Tuan tanah tidak dapat menerima atas kejadian yang dilakukan oleh Entong Gendut. Mereka melaporkan ke pihak yang berwajib. Assisten Wedana dan Mantri Polisi mendatangi kediaman Entong Gendut agar Entong Gendut dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pertempuran antara masyarakat Condet pimpinan Entong Gendut dan para marsose Belanda, tidak dapat dihindari. Entong Gendut tertembak Belanda, dan meninggal dunia.

Sumber: berbagai sumber

Sejarah dan Asal-Usul Condet, Dulu Kebun Salak dan dukuh

 


JAKARTA - Mungkin bagi warga asli DKI Jakarta atau orang-orang Betawi sudah tidak asing lagi dengan wilayah Condet. Salah satu daerah yang terletak di Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, ini pada awalnya terkenal dengan perkebunan duku dan salak, serta tempat bermukimnya orang-orang keturunan Timur Tengah yang datang ke Jakarta.

Namun, kini daerah Condet telah diubah menjadi salah satu cagar budaya dan tempat wisata untuk mengenalkan budaya Betawi. Rupanya daerah Condet merupakan salah satu daerah yang menyimpan sejarah dan cerita asal-usul yang unik dan menarik.

Bagaimana sejarah dan asal-usul nama daerah Condet?

Nama Condet memiliki asal-usul tersendiri, dimana nama tersebut berasal dari anak sungai Ciliwung, yaitu Ci Ondet. Dalam bahasa Sunda Ci memiliki arti sebagai air atau sungai. Sedangkan kata Ondet sendiri berasal dari Ondeh-ondeh, yang merupakan tumbuhan atau pohon buni, yang buahnya dapat dimakan.

Namun, beberapa cerita lain juga menyebutkan bahwa asal-usul nama Condet, berasal dari kehadiran sosok Haji Entong, seorang yang memiliki kesaktian dan memiliki bekas luka di wajah atau disebut Codet. Keberanian Haji Entong dalam melawan penjajah Belanda, menjadikan namanya terkenal.

Jika dikaitkan dengan sejarah masa kolonialisme Belanda. Nama Condet pernah tercantum dalam catatan perjalanan Abraham Van Riebeeck, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Jenderal VOC di Batavia.

Selain itu ada tahun sebelum masa kolonialisme, nama Codet juga pernah disebut dalam surat wasiat yang ditulis oleh Pangeran Purbaya dari Banten. Dalam surat wasiat itu Pangeran Purbaya mewasiatkan beberapa rumah dan sejumlah kerbau pada anak-anak dan istrinya yang berkawasan di Condet.

Bahkan hal menarik dari Condet, sebelum dijadikan pemukiman warga. Pernah ditemukan peninggalan purbakala berupa Kapak, Gurdi, dan Pahatan batu yang diperkirakan dari tahun 1500 SM. Melalui penemuan tersebut menguatkan fakta bahwa Condet merupakan daerah yang sudah ada sejak dahulu.

Jika dulu Condet dikenal dengan wilayah pemukiman masyarakat penghasil buah-buahan seperti duku dan salak. Bahkan jumlah pohon salak di wilayah Condet mencapai 1.656.600 rumpun. Kini wilayah Condet telah berubah menjadi pemukiman warga, tempat wisata, dan pusat cagar budaya Betawi.

Kebudayaan Betawi sangat dikenal melalui wilayah Condet mulai dari sejarah, budaya, dan geografis. Sehingga pada tahun 1974, tepatnya pada tangga; 30 April 1974. Gubernur Ali Sadikin menetapkan Condet sebagai wilayah Pengembangan Kawasan Budaya Betawi. Namun karena kurangnya minat dan atensi masyarakat, akhirnya pusat cagar budaya Betawi dipindahkan ke Situ Babakan, Jakarta Selatan tepatnya pada tahun 2004.

Hal menarik lainnya dari Condet, yaitu banyaknya kaum pendatang yang berasal dari Timur Tengah. Sehingga jangan kaget jika menemukan banyak warga lokal Condet yang fasih berbahasa Arab. Karena sekitar 95% para pendatang yang baru pindah ke Condet merupakan keturunan Arab. Sering juga dijumpai banyak restoran Arab di daerah tersebut.

Senin, 23 Desember 2024

Episode Baru PKS Pimpin Kota Serang

 


Oleh : Imam Maulana

(Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada PKS Kota Serang)


Pemilihan Kepala Daerah Kota Serang baru saja usai. Pasangan calon walikota dan wakil walikota nomor urut 02 yang diusung oleh Partai Gerindra, PKS, dan PSI (serta secara tidak resmi ikut diusung oleh PBB dan Masyumi) yakni H. Budi Rustandi, SE & Nur Agis Aulia, S.Sos unggul dengan 212.262 suara (60,25% dari suara sah).  


Jika pada Pilkada sebelum-sebelumnya PKS Kota Serang ikut mengusung paslon saja, namun pada perhelatan Pilkada kali ini PKS menempatkan kader terbaiknya yaitu Kang Nur Agis Aulia menjadi calon wakil walikota dan alhamdulillah Allah berikan kemenangan. Tentu ini sejarah baru bagi keluarga besar PKS Kota Serang. 


Sebuah perjalanan perjuangan yang tidak mudah hingga berada di titik ini, baik bagi PKS maupun Kang Agis secara pribadi yang telah memberanikan diri untuk maju dan mengorbankan banyak hal. Keputusan pimpinan PKS Kota Serang (DPTD: Dewan Pimpinan Tingkat Daerah) mengusulkan Kang Agis ke tingkat DPW PKS Banten hingga DPP PKS bukanlah keputusan yang sederhana. Keputusan Kang Agis menerima amanah sebagai calon wakil walikota juga bukan keputusan yang main-main. Bagaimana tidak, Kang Agis harus menanggalkan posisinya sebagai Anggota Dewan terpilih 2024-2029 untuk maju sebagai calon wakil walikota yang belum tentu menang. Disini kita belajar mentalitas pejuang dari kang Agis, dan belajar tentang kecermatan memutuskan keputusan dari para pimpinan kita.



Memasuki fase memimpin daerah, bagi PKS Kota Serang adalah sebuah episode baru. Oleh sebabnya, Bang Hasan Ketua DPD PKS Kota Serang sering menyampaikan bahwa posisi kita hari ini harus lebih banyak belajar bagaimana caranya memimpin mulai dari posisi sebagai wakil walikota yang tugasnya mendampingi dan membantu walikota dalam menjalankan tugas pemerintahan. Banyak belajar disini, penulis artikan sebagai tindakan tegak lurus dan tertib, serta memahami posisi sembari belajar cara memimpin daerah.  Masih kata Bang Hasan, mengapa kita harus banyak belajar dan faham posisi, sebab kita ingin memimpin dalam jangka waktu yang lama. Memang butuh kesabaran dalam proses belajar memimpin. Dan kepemimpinan ini bukan hanya tentang kekuasaan, melainkan sebagai amal solih untuk melipatgandakan kebaikan. 


Dalam fase belajar memimpin daerah ini sangat mungkin kita akan menghadapi banyak dinamika yang kompleks. PKS sebagai partai dakwah akan dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit, tapi tetap harus dijalani sebagai sebuah ijtihad untuk kemaslahatan umat. Bang Hasan dalam forum internal Rapat Evaluasi Tim Satgas Pemenangan PKS pada Ahad, 8 Desember 2024 mengutip apa yang disampaikan Sayidina Ali bin Abu Thalib bahwa “Keruhnya berjamaah masih lebih baik daripada kejernihan individu”. Hal tersebut mengajarkan kita untuk bersabar dalam kebersamaan atas situasi yang mungkin tidak ideal dalam melakukan perbaikan di masyarakat. Dan itu jauh lebih baik daripada menjadi baik hanya untuk diri sendiri. Sebab kesalehan pribadi, kata Bang Hasan tidak akan sempurna kecuali kita juga melakukan perbaikan di masyarakat.


Menang Pilkada adalah babak baru perjuangan yang lebih berat. Perjuangan sesungguhnya baru akan dimulai. Kita jaga kemenangan ini dengan baik. Secara khusus, kata Bang Hasan, jangan tinggalkan Kang Agis sendirian. Kebaikan yang dilakukan oleh H. Budi dan Kang Agis dalam memimpin, akan menjadi amal jariah bagi kita yang berkontribusi pada kemenangan ini insya Allah.


Kang Hasan juga mengingatkan kepada kita bahwa ke depan ada tugas besar. Kita jaga partai ini. Kita bangun struktur yang solid, kader meningkat secara kualitatif dan kuantitatif.

Untuk Kota Serang di bawah kepemimpinan H. Budi dan Kang Agis, optimis akan jadi lebih baik, Insya Allah. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk menjalankan amanah kemenangan ini dengan sebaik-baiknya.

Minggu, 15 September 2024

Ini Dia Prestasi 7 Kader PKS Yang Pernah Menjadi Menteri Dan Gubernur

 


Oleh: Bang Emzi

PKS sejak zaman Gus Dur sudah berkoalisi dengan penguasa. Lalu oposisi ketika zaman Presidennya Megawati, dan kembali berkoalisi saat dengan SBY. Kemudian balik lagi jadi oposisi di masa Jokowi. Dan sekarang (mungkin) akan berkoalisi dengan Prabowo.


Koalisi atau oposisi adalah hal biasa aja dalam politik. 

Yang penting apapun pilihannya, kontribusi adalah kata kuncinya.  Apakah saat berkuasa banyak melakukan pemberdayaan, atau malah banyak melakukan pelanggaran? Apakah saat jadi oposisi banyak advokasi, atau malah ikutan melanggar konstitusi?


Apa yang sudah PKS berikan pada masyarakat saat berada pada posisi penguasa? Berikut 7 hal yang publik tidak boleh lupa tentang kontribusi PKS sebagai pejabat eksekutif.


Suswono

Menteri Pertanian ini banyak menoreh prestasi saaat PKS berkoalisi dengan pemerintahan SBY Periode 2009-2014. Ia berhasil meningkatkan PDB negara bidang pertanian hingga mencapai 3,01%. Artinya, Suswono sukses menyerap 39,22 juta tenaga kerja di sektor ini, dan juga mendorong neraca perdagangan dari sektor pertanian hingga mengalami surplus sampai dengan US$ 17,92 miliar. Nilai ekspor yang lebih tinggi dari impor ini berdampak langsung bagi peningkatan devisa, kesejahteraan petani, harga yang stabil, perluasan kesempatan kerja dan sebagainya.


Anton Apriyantono

Menteri Pertanian Anton Apriyantono di era SBY jilid 1 (2004-2009) juga mencatat banyak prestasi. Ia berhasil mewujudkan Indonesia swasembada beras, yang tahun 2004 masih impor 29.350 ton, lalu pada 2008 malah bisa produksi sendiri sebesar 38,6 juta ton, surplus dari kebutuhan nasional 37 juta ton. Dan ini belum termasuk produksi jagung dan kedelai, di mana jagung meningkat 19.36% menjadi 15,86 juta ton, sedangkan kedelai meningkat 28.47% menjadi 761.210 ton dalam satu tahun. Artinya, terjadi penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani.


Tifatul Sembiring

Selama masa jabatannya sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika, sebanyak 72.000 desa telah terkoneksi dengan sambungan telepon. Seluruh kecamatan telah terhubung dengan internet melalui Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dan Mobile Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK). 5.748 PLIK dan 1.970 MPLIK yang memberikan akses internet gratis tersebar di seluruh kota dan kabupaten Indonesia. Selain itu, wilayah jangkauan komunikasi seluler di Indonesia telah mencapai 95 persen. Ia juga berhasil meningkatkan penghasilan negara bukan pajak sebesar 13,59 triliun. 


Di masanya juga, sekitar 80 persen atau sekitar 4 juta website berisi konten porno di Indonesia telah diblokir. Ia juga berhasil memaksa RIM (produsen Blackberry) yang bisa meraup keuntungan Rp 189 miliar per bulan dari pasar Indonesia tanpa membayar pajak untuk berkewajiban  untuk membuat network aggregator atau penguat sinyal bagi perangkat Blackberry dan adanya layanan service center agar pengguna Indonesia, sehingga memberi pemasukan bagi negara.


Salim Segaf Al Jufri

Ketua Majelis Syuro PKS ini pernah juga menjadi pejabat tinggi di era SBY. Sebagai Menteri Sosial, banyak kontribusi Dr Salim, panggilan akrabnya, terhadap masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, ia berhasil mengintegrasikan program bantuan sosial yang selama ini parsial dalam skema Program Keluarga Harapan (PKH), sehingga semua kebutuhan keluarga miskin dari segi pangan, kesehatan, pendidikan anak dan tunjangan usaha atau kerja diselaraskan. Pada masa Dr Salim juga ditetapkan data terpadu fakir-miskin yang berhak menerima bantuan iuran BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan pertama kali.


Tidak banyak yang tahu, karena memang tidak disorot kamera wartawan, selama menjadi Menteri Sosial, Dr Salim sering keluar-masuk hutan, naik-turun gunung mengunjungi komunitas adat terpencil (suku Badui, suku Anak Dalam, suku Dayak, hingga suku Korowai dan Kombei di Papua). Bahkan, Dr. Salim biasa tidur di rumah warga yang akan direhab karena sudah tidak layak huni (RTLH). Tujuannya, selain menghemat uang negara dari sisi biaya akomodasi, juga untuk memperjelas kebutuhan warga sehingga sejalan dengan program yang ada. 


Ahmad Heryawan 

Aher, nickname dari Gubernur Jawa Barat 2 periode ini memang cukup fenomenal. Di masa kepemimpinannya, Jawa Barat adalah satu-satunya Provinsi dengan kinerja tertinggi nasional selama tiga tahun berturut-turut tahun 2014, 2015 dan 2016. Selain itu, saat awal kepemimpinannya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jabar berada pada posisi 16. Dan 10 tahun kemudian, meningkat pada rangking 10 mengalahkan Jawa Timur dan Jawa Tengah.


Selama dua kali menjabat, suami Netty Heryawan ini telah berhasil mendapatkan 265 penghargaan.  Di masanya juga pertumbuhan ekonomi Jawa Barat  tumbuh signifikan, seperti tahun 2016 mencapai  5,67% atau berada di atas  pertumbuhan  ekonomi nasional sebesar 5,02%. Dampaknya, Jawa Barat berhasil menurunkan jumlah orang orang miskin di mana pada tahun 2015 sebesar 9,57%, sedang tahun 2016 di angka 8,77%.


Prestasi berupa bangunan antara lain Stadion Wibawamukti di Kabupaten Bekasi, Stadion Patriot Candrabhaga di Kota Bekasi, Stadion Pakansari Bogor, Stadion Gelora Bandung Lautan Api, ribuan ruang kelas baru, peningkatan gedung Puskesmas yang sangat drastis dan sebagainya. Bidang pendidikan juga ada pembukaan beberapa kampus negeri di Jawa Barat. Salah satunya adalah Universitas Singaperbangsa Karawang.


Irwan Prayitno

Gubernur Sumatera Barat 2 periode ini juga tidak kalah moncer dari sisi prestasi. Peraih 400 penghargaan nasional dan internasional ini memiliki banyak program andalan. Contohnya adalah ADO (Apoteker Selalu Ado) yang memfasilitasi apoteker melayani pasien dengan maksimal melalui media sosial, sehingga memudahkan pasien untuk memperoleh segala informasi obat yang benar langsung dari apoteker dimana saja dan kapan saja.


Lalu ada juga Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM), di mana masyarakat bisa memanfaatkan hutan dengan menanam pohon durian, jengkol dan lainnya untuk bisa meningkatkan perekonomiannya tanpa merusak hutan. 


Selain itu ada TUAN O (Toko Untuk Jualan Online) yang memfasilitasi pelaku UMKM memasarkan produknya dengan memanfaatkan marketpalce atau pasar online. Terus ada juga InLOVEST untuk mempermudah investor mengetahui keberadaan lokasi peluang investasi di Sumbar menggunakan teknologi pada perangkat bergerak, dikembangkan menggunakan android yang berintegrasi dengan Google Map.

Tercatat sesuai data tahun 2019, tingkat kemiskinan menurun ke angka 6,42%  di bawah rata-rata nasional 9,2%, tingkat pengangguran menurun  5,33% sementara IPM Sumbar 72,39 % lebih tinggi dari nasional.


Zulkieflimansyah

Gubernur NTB ini juga tidak kalah sumbangsihnya dengan kader-kader lain di berbagai provinsi di atas. Peneliti Muda Terbaik Indonesia di bidang manajemen dan keuangan dari LIPI tahun 2004 tersebut menjabat gubernur dari 2018 – 2023. Berbagai prestasi yang pernah dia ukir antara lain sebagai  Gubernur of Good Governance pada Ajang Moeslim Choice Award 2022, serta dua kali berturut-turut meraih TOP Pembina BUMD 2022 dan 2021 dari Majalah Top Business.


Di bidang pemerintahan, peraih gelar Doktor Ekonomi Industri dari Department of Economics University of Strathclyde, United Kingdom ini juga berhasil menurunkan angka stunting dari 32,7% pada 2022, menjadi 24,6% pada 2023. Penurunan sebesar 8,1% ini menjadikan NTB sebagai provinsi yang mencapai penurunan stunting tertinggi di Indonesia. Termasuk penghargaan dari pemerintah pusat bahwa NTB merupakan provinsi yang mampu menurunkan inflasi secara signifikan.


Di masa kepemimpinannya juga, pendapatan daerah yang target dan realisasinya semakin naik dari tahun ke tahun, bahkan pada tahun anggaran 2023 proporsi pendapatan asli daerah lebih besar dibandingkan dengan pendapatan transfer pemerintah pusat. Bang Zul, panggilan akrabnya, juga berhasil meningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasional untuk mengembangkan SDM di NTB. Program beasiswa (Beasiswa NTB) dan peningkatan fasilitas pendidikan, termasuk pendirian politeknik dan akademi komunitas, telah memberikan dampak positif terhadap keterampilan dan pengetahuan generasi muda di NTB.


Inilah sekelumit prestasi dari 7 kader PKS saat mereka berkuasa. Apapun pilihan yang diambil PKS nanti, apakah bergabung atau tidak dengan Prabowo, atau siapa kader yang diusung untuk pilkada, semua sudah berdasarkan pertimbangan, perhitungan dan kalkulasi yang matang. Cukuplah melihat rekam jejak PKS selama puluhan tahun, baik sebagai oposisi maupun koalisi, bagaimana kontribusinya selama berada dalam dua posisi yang beda. 


Karena kekuasaan itu adalah tentang distribusi kewenangan, dan bukan tentang kesempatan untuk berbuat kesewenang-wenangan.

Copyright © 2024 PKS Batu Ampar All Rights Reserved.
back to top